Selasa, 27 September 2016

Kisah shabat rasulullah umar bin khattab

Kisah Umar bin khattab

Al Quran surat Adzariyaat:56 “tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah” Perubahan apa yang kita dapatkan setelah mendengar kalimat bismillah dan ibadah tersebut?
Kita lihat bagaiman Umar bin Khatab mempraktek-kan bismillah dalam semua aktifitasnya, bukan hanya dalam ucapannya.

lihat dulu yuk sejarahny..!

Masuknya Umar bin Khata bUmar bin Khotob adalah paman rasulullah Muhammad yang dulunya kafir dan menentang Rasulullah. Umar juga pernah membunuh anak perempuannya hidup-hidup dengan ditimbun dipadang pasir. Sebelumnya ia juga menyembah patung yang terbuat dari gandum yang ketika ia lapar maka tuhan patungnya tersebut dimakan.Umar bin Khattab terkenal sebagai orang yang berwatak tegas, disiplin dan bertubuh tegap.

Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara kedisiplinan dia memegang teguh agama nenek moyang dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta pengakuan hati kecilnya bahwa ajaran Islam itu agana yangbenar dan suci.– Umar hendak membunuh rasulullahSampailah kemudian suatu hari, Umar berjalan dengan pedang terhunus mendatangi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi terjadilah dialog

:Abdullah : “Hendak kemana engkau Umar?”Umar : “Aku hendak membunuh Muhammad”Abdullah : “Apakah engkau akan aman dariBani Hasyim dan Bani Zuhroh (keluarga Muhammad) jika engkau membunuhnya ?”,Umar : “Jangan-jangan engkau sudah masuk Islam juga?”. Tanya UmarAbdullah : “Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmudan iparmu telah meninggalkan agamamu”,kata Abdullah.– Umar memukul adiknyaSetelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telahmendengar bacaan Khabbab, ia penasaran lalu dia bertanya :“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka“Pasti kalian telah murtad (keluar dari agama sebelumnya)”, kata Umar“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?” jawab ipar Umar.Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepadaUmar :“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksibahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan berdarah, timbul penyesalandi hati Umar. Umar juga tidak bisa memberikan penjelasan bahwa agamanya adalah agama yang benar atau agama Islam adalah agama yang salah.Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun adiknya (Fatimah) menolaknya dengan alasan bahwa Alquran adalah ayat yang suci sedangkan Umar belumlah suci. Fatimah menyuruh Umar untuk bersuci bila hendak membaca ayat-ayat Alquran tersebut. Umar adalah seorang yang tegas namun tidak malu untuk mencari dan mendapatkan kebenaran.– Umar membaca ayat Quran pertama kaliSetelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian Umar berkomentar: “Ini adalah nama-namayang indah nan suci”Setalh ituKemudian Umar terus membaca surat Thoha : 1 – 14Ayat 1 : ThohaAyat 2 : Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susahAyat 3 : Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)Ayat 4 : Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggiAyat 5 : Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.Ayat 6 : Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang dibawah tanah.Ayat 7 : Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Ayat 8 : Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Diamempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),Ayat 9 : Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?Ayat 10 : Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”.Ayat 11 : Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa.Ayat 12 : Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.Ayat 13 : Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).Hingga ayat 14 :إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untukmengingat Aku” (QS. Thaha : 14)Umar berkata :“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharapbahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal binHisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.– Umar bersyahadatUmar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-adadi dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan membawa pedangnya. Segeradia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah paman Rasulullah yang hebat dan lebih dulu masuk Islam bertanya:Hamzah : “Ada apa ?”.Para Sahabat : “Umar” Jawab mereka.Hamzah : “Umar?, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagangpedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.Maka berkatalah Umar :“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yangdisembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah.Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin. (ref : windyhm )Bismillahnya Umar Bin KhatabSetelah Umar bin Khatab masuk Islam maka semua yang dilakukannya adalah ibadah. Tidur, makan, mencari nafkah, sholat, berdagang bahkan marahnya umar adalah ibadah, karena ia tidak akan marah kecuali marah yang di ridhoi Allah.Pernah ketika ia sedang berperang, Umar sudah siap menghunus pedangnya namun musuhnya meludahi muka Umar, maka Umar justru tidak jadi membunuhnya, karena saat itu bila umar sedang marah karena diludahi. Ia tidak akan membunuh karena marah, tapi karena Allah. Ini menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang suci, tidak suka berperang, namun juga tidak takut menghadapi peperangan.Umar pernah dimintai tolong orang yang sakit untuk mendoakan agar dia sembuh dari penyakitnya, lalu Umar mengambil segelas air, ditiupnya dengan mengucap basmallah. Lalu meminta orang tersebut meminum dan Umar mendoakanya agar Allah menyembuhkannya.Yang hebat bukan air putih dan bismillahnya, tapi siapa dulu yang mengucapkannya. Tanpa air putihpun bila Umar yang berdoa, inysa Allah akan dikabulkan. Kita bisa mencontoh teladan yang baik dari pribadi Umar.Pernah Iblis (dedengkotnya setan yang hanya akan mati saat kiamat tiba) akan berpapasan jalan dengan Umar bin Khatab, maka iblis lebih memilih mencari jalan lainbiar tidak berpapasan dengan Umar. Iblis bisa takut pada Umar bukan karena Umar orang hebat, tapi karena ia berjalan untuk dan karena Allah dan kitapun bisa mencontohnya.Saat anda asyik beribadah (beraktifitas ) untuk Allah, maka setan bahkan iblispun tidak akan mampu menggoda Anda. Asyik beribadah, asyik sholat, asyik bekerja adalah penyederhanaan dari ikhas beribadah, ikhlas sholat, ikhlas bekerja dll biar lebih di mengerti.Ketika seseorang telah ikhlas maka setan tidak mampu menggodanya. Allah senantiasa membela orang-orang yang ikhlas sebagaimana Quran surat (Al Hijr : 39 – 42) saat Iblis di usir Allah dari surga :“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat,pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecualiorang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. Al Hijr : 39 – 42)kamus :– Umar bin Khatab adalah paman nabi Muhammad yang masuk Islam dan menjadikholifah setelah Rasulullah meninggal dan setelah kholifah Abu Bakar meninggal. Kholifah : adalah pemimpin umat atau seperti presiden. Salah satu putri Abubakar yang terkenal adalah Aisyah, dan Aisyah adalah isteri Rasulullah setelah isterinya yang pertama Khadijah meninggal.– Rasulullah : utusan Allah, yang dimaksudadalah Nabi Muhammad SAW

Keutamaan utsman bin affan

Keutamaan Utsman bin Affan

“Orang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar, yang paling pemalu adalah Utsman, yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Muadz bin Jabal, yang paling hafal tentang Alquran adalah Ubay (bin Ka’ab), dan yang paling mengetahui ilmu waris adalah Zaid bin Tsabit. Setiap umat mempunyai seorang yang terpercaya, dan orang yang terpercaya di kalangan umatku adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.” (HR. Ahmad dalamMusnad-nya 3:184)———————————————————————————–Utsman bin Affan, khalifah rasyid yang ketiga. Ia dianggap sosok paling kontroversial dibanding tiga khalifah rasyid yang lain. Mengapa dianggap kontroversial? Karena ia dituduh seorang yang nepotisme, mengedepankan nasab dalam politiknya bukan kapasitas dan kapabilitas. Tentu saja hal itu tuduhan yang keji terhadapdzu nurain, pemiliki dua cahaya, orang yang dinikahkan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallamdengan dua orang putrinya.Pada kesempatan kali ini penulis tidak sedang menanggapi tuduhan-tuduhan terhadap beliau. Penulis akan memaparkan keutamaan-keutamaan beliau yang bersumber dari ucapan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya agar kita berhati-hati dan mawas diri ketika mendengar hal-hal negatif tentang Utsman, kita lebih bisa mengontrol lisan kita dan berprasangka baik di hati kita.Nasab dan Sifat FisikinyaBeliau adalah Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Umayyah bin Abdu asy-Syam bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luwai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’addu bin Adnan (ath-Thabaqat al-Kubra, 3: 53).Amirul mukminin, dzu nurain, telah berhijrah dua kali, dan suami dari dua orang putri Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibunya bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Hubaib bin Abdu asy-Syams dan neneknya bernama UmmuHakim, Bidha binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah. Dari sisi nasab, orang Quraisysatu ini memiliki kekerabatan yang sangatdekat dengan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain sebagai keponakan Rasulullah, Utsman juga menjadi menantu Rasulullah dengan menikahi duaorang putri beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan keutamaan ini saja, sulit bagi seseorang untuk mencelanya, kecuali bagi mereka yang memiliki kedengkian dihatinya. Seorang tokoh di masyarakat kitasaja akan mencarikan orang yang terbaik menjadi suami anaknya, apalagi Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallamtentulah beliau akan memilih orang yang terbaik untuk menjadi suami putrinya.

Utsman bin Affan termasuk di antara sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga, beliau juga menjadi enam orang anggota syura, dan salah seorang khalifah al-mahdiyin, yang diperintahkanvuntuk mengikuti sunahnya. Utsman adalah seorang yang rupawan, lembut, mempunyai janggut yang lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendirian yang besar, berbahu bidang, rambutnya lebat, dan bentuk mulutnya bagus.Az-Zuhri mengatakan, “Beliau berwajah rupawan, bentuk mulut bagus, berbahu bidang, berdahi lebar, dan mempunyai telapak kaki yang lebar.”Amirul mukminin Utsman bin Affan terkenal dengan akhlaknya yang mulia, sangat pemalu, dermawan, dan terhormat.

Terlalu panjang untuk mengisahkan kedermawanan beliau pada kesempatan yang sempit ini. Untuk kehidupan akhirat, menolong orang lain, dan berderma seolah-olah hartanya seringan buah-buah kapuk yang terpecah lalu kapuknya terhembus angin yang kencang.– Penduduk Surga Yang Hidup di BumiDari Abu Musa al-Asy’ari bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallammasuk ke sebuah kebun dan memerintahkanku untuk menjaga pintu kebun tersebut. Kemudian datang seorang lelaki untuk masuk, beliau bersabda, “Izinkan dia masuk, kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga.” Ternyata laki-laki tersebut adalah Abu Bakar. Setelah itu datang laki-laki lain meminta diizinkan masuk, beliau bersabda, “Izinkan dia masuk, kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga.” Ternyata lelaki itu adalah Umar bin al-Khattab. Lalu datang lagi seorang lelaki meminta diizinkan masuk, beliau terdiam sejenak lalu bersabda, “Izinkan iamasuk, kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga disertai dengan cobaan yang menimpanya.” Ternyata lelaki tersebut adalah Utsman bin Affan.– Kedudukan Utsman Dibanding Umat Islam LainnyaMuadz bin Jabalradhiallahu ‘anhuber kata, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Sesungguhnya aku melihat bahwa aku di letakkan di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan di sisi daun timbangan lainnya, ternyata aku lebih berat dari mereka. Kemudian diletakkan Abu Bakar di satu daun timbangan dan umatku diletakkan di sisi yang lainnya, ternyata Abu Bakar lebih berat dari umatku. Setelah itu diletakkan Umar di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan di sisi yang lainnya, ternyata dia lebih berat dari mereka. Lalu diletakkan Utsman di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan di sisi lainnya, ternyata dia lebih berat dari mereka.

” (al-Ma’rifatu wa at-Tarikh, 3: 357).Hadis yang serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jalur Umar bin al-Khattab.Hadis ini menunjukkan kedudukan Abu Bakar, Umar, dan Utsman dibandingkan seluruh umat Nabi Muhammad yang lain. Seandainya orang-orang terbaik dari umat ini dikumpulkan, lalu ditimbang dengan salah seorang dari tiga orang sahabat Nabi ini, niscaya timbangan mereka lebih berat dibanding seluruh orang-orang terbaik tersebut.– Kabar Tentang Ke khalifahan dan Orang-orang Yang Akan Memberontaknya Dari Aisyahradhiallahu ‘anha, ia berkata,Rasulullah pernah mengutus seseorang untuk memanggil Utsman. Ketika Utsmansudah datang, Rasulullah menyambut kedatangannya. Setelah kami melihat Rasulullah menyambutnya, maka salah seorang dari kami menyambut kedatangan yang lain. Dan ucapan terakhir yang disampaikan Rasulullah sambil menepuk pundak Utsman adalah“Wahai Utsman, mudah-mudahan Allah akan memakaikanmu sebuah pakaian (mengamanahimu jabatan khalifah), dan jika orang-orang munafik ingin melepaskan pakaian tersebut, jangalah engkau lepaskan sampai engkau bertemu denganku (meninggal).” Beliau mengulangi ucapan ini tiga kali. (HR. Ahmad).Dan akhirnya perjumpaan yang disabdakan Rasulullah pun terjadi. Dari Abdullah bin Umar bahwa Utsman bin Affan berbicara di hadapan khalayak, “Aku berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam di dalam mimpi, lalu beliau mengatakan, ‘Wahai Utsman, berbukalah bersama kami’.” Maka pada pagi harinya beliau berpuasa dan di hari itulah beliau terbunuh.
(HR. Hakim dalamMustadrak, 3: 103).Katsir bin ash-Shalat mendatangi Utsmanbin Affan dan berkata, “Amirul mukminin, keluarlah dan duduklah di teras depan agar masyarakat melihatmu. Jika engkau lakukan itu masyarakat akanmembelamu. Utsman tertawa lalu berkata, ‘Wahai Katsir, semalam aku bermimpi seakan-akan aku berjumpa dengan Nabi Allah, Abu Bakar, dan Umar, lalu beliau bersabda, ‘Kembalilah, karena besok engkau akan berbuka bersama kami’. Kemudian Utsman berkata, ‘Demi Allah, tidaklah matahari terbenam esok hari, kecuali aku sudah menjadi penghuni akhirat’.” (Ibnu Saad dalamath-Thabaqat, 3: 75).Demikianlah sedikit cuplikkan tentang keutamaan Utsman bin Affan yang mungkin tertutupi oleh orang-orang yang lebih senang memperhatikan aib-aibnya. Padahal aib itu sendiri adalah fitnah yangdituduhkan kepadanya. Semoga Allah meridhai Utsman bin Affan dan memasukkannya ke dalam surga yang penuh kedamaian.

Keberanian abu bakar ash-shiddiq

Kisah Keberanian Abu Bakar Ash-Shiddiq

Ketika Rasulullah S.A.W. sedang shalat, Uqba bin Muayt datang menghampiri Rasulullah S.A.W. dengan sebuah tali. Pada saat itu Rasulullah S.A.W. sedang bersujud.Dengan sigap Uqba melempar talinya melingkari leher Rasulullah S.A.W. dan mencekiknyahingga Rasulullah S.A.W. merintih “aaaakkkhhhh”
karena kesakitan.Kejadian ini disaksikan para sahabat dan orang-orang Quraisy yang ada disana. Beruntunglah Abu Bakar As Saddiq R.A. lewat. Ketika dia melihat Uqbabin Abi Muayt mencekik Rasulullah S.A.W., dia berlari dan mendorong Uqba bin Abi Muayt untuk menyelamatkan Rasulullah S.A.W. Kemudian Abu Bakar membacakan ayat: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan:

"Tuhanku ialah Allah” (Q.S. Al-Mu’min:40)
Abu Bakar berkata "Apakah alasan kau membunuhnya hanya karena dia berkata Aku beriman pada Allah yang satu? Dan dia tidak hanya mengaku-ngaku, tapi dia juga punya banyak buktinya. Jika dia berbohong, maka hidupnya akan runtuh. Kau tidak perlu mengurusnya. Tapi jika dia bicara jujur dan dia benar-benar Rasul Allah, apapunyang dijanjikan kepadamu, akan datang padamu.

"Pernyataan ini telah diucapkan seseorang yang hidup di zaman Musa A.S. Ketika Fir’aun menyuruh tentara-tentaranya untuk membunuh Musa A.S., ada seseorang dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya. Dia mengucapkan pernyataan ini untuk melawan Fir’aun. Dia berkata “Apakah kau akan membunuh Musa A.S. hanya karena dia berkata

“Aku beriman pada Allah yang satu?”Jadi Abu Bakar As Saddiq R.A. mengucapkan hal yang sama kepada Uqbah. Apakah kau akan membunuh Rasulullah S.A.W.. hanya karena dia berkata

“Aku beriman pada Allah yang satu?”Pada suatu hari, Ali R.A. sedang memberikan ceramah, dan dia berkata kepada para hadirin “Siapa orang yang paling kuat?” Orang-orang berkata “Engkau adalah yang paling kuat.” Mereka berpikir begitu karena Ali R.A. selalu siap untuk bertarung melawan umat Muslim. Dia-lah pahlawan pada perang Khaybar. Bayangkanlah, Ali pernah menggunakan pintu kastil sebagai tameng pada perang Khaybar! Bayangkan betapa kuatnya dia.Jadi orang-orang mengatakan bahwa Ali R.A. adalahorang yang paling kuat.Ali R.A. berkata “Aku siap bertarung dengan orang-orang yang menantangku, Meskipun begitu, Abu Bakar As Saddiq R.A. akan melawan siapapun yang menantang Rasulullah S.A.W. Dia lebih kuat daripada aku.

”Abu Bakar adalah orang yang paling berani dalam umat ini setelah Rasulullah S.A.W. Seseorang dapat melihat kekuatan hatinya pada perang Badar, Uhud, Parit, Hudaibiyah, dan Hunain. Semua ini cukup untuk membuktikan ketabahan, keteguhannya, dan menguatkan seluruh umat Islam ketika tragedi terbesar menimpa umat Islam, yaitu wafatnya Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam

Nasib umaar bin khattab dalam kuburnya

Nasib Umar bin Khattab Dalam Kuburnya

Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, para sahabat berjumpa khalifah kedua ini melalui mimpi. Mereka pun bertanya, ”Bagaimana Allah memperlakukanmu?”Dalam al-Aqthaf ad-Daniyyah dikisahkan Umar menjawab bahwa Allah telah mengampuni kekeliruan-kekeliruannya dan membebaskan siksa dari dirinya. Para sahabat menyahut dengan pertanyaan susulan. ”Apa penyebabnya? Apakah karena kedermawanan, keadilan, atau kezuhudanmu?”Umar menimbalinya dengan mengisahkan peristiwa di alam kubur. Sejenak usai ia dimakamkan, dua malaikat menghampirinya. Umar dalam perasaan takut luar biasa. Nalarnya hilang. Sebelum malaikat bertanya, tiba-tiba suara tanpa rupa terdengar.”Tinggalkan hamba-Ku itu. Jangan bertanya apapun kepadanya (Umar). Jangan dibuat takut. Aku mengasihi dan membebaskan siksa darinya. Tatkala di dunia, ia pernah berbelaskasihan kepada seekor burung emprit.”Benar. Kisah burung emprit bermula ketika Umar tengah berjalan menuju alun-alun kota dan berjumpa anak kecil. Hati Umar sedih. Bocah itu terlihat sedang memagang burung emprit sembari memperlakukannya selayak mainan.Umar tergerak untuk segera membeli binatang malang itu. Sekarang burung emprit sepenuhnya menjadi milik Umar.Untuk menyelamatkannya dari perlakuan buruk si bocah, khalifah kedua ini pun mengikhlaskan burung emprit terbang ke ke udara dengan merdeka.Hal ini membuktikan bahwa ajaran Rasulullah SAW telah menancap kuat di hati dan perilaku Umar. Meski sering tampil garang, sahabat Nabi berjuluk ”Singa Padang Pasir” itu tetap menunjukkan kelembutan hatinya.Pesan lain yang bisa ditangkap bahwa cakupan cinta kasih bersifat tanpa batas. Kepada pohon, sungai, tanah, makanan, pakaian, buku, burung, anjing, dan seterusnya. Terlebih manusia. Ini selaras dengan hadits riwayat Abdullah bin Umar.”Orang-orang yang berbelaskasih akan mendapatkan belaskasih dari Yang Maha Pengasih. Berbelaskasihlah kepada tiap makhluk di bumi, niscaya ’penduduk langit’ mengasihimu.”

Pertarungan umar bin khattab dengan jin

Pertarungan Umar bin khattab dengan jin

Sebelum masuk islam, Umar bin Khattab merupakan salah satu tokoh kafir Quraisyyang sangat membenci Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Umar merupakan pribadi yang kuat dan tegas, ditakuti oleh orang-orang muslim kala itu. Namun, berkat hidayah Allah melalui doa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, Umar bin Khattab akhirnya masuk Islam.

“Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling engkau cintai, Umar bin al-Khattab, atau Abu Jahal Bin Syam”.Ternyata yang dikabulkan oleh Allah adalah Umar bin Khattabradhiyallahu’anhu.Jika para sahabat lain masuk islam dengan cara sembunyi-sembunyi, Umar dengan kegagahannya mengumumkan dirinya telah masuk islam ke seluruh kotaMakkah. Dan tidak ada yang berani seorangpun yang menentang Umar. Justruorang-orang kafir Quraisy bertambah takut menghina umat muslim setelah Umar menjadi seorang Muslim.

Umar Bin Khattab Ditakuti JinTernyata tidak hanya kafir Quraisy yang takut kepada Umar bin Khattab. Makhluk sebangsa jin juga takut kepadanya. Sebagaimana terdapat dalam riwayat shahih, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallampernah bersabda kepada Umar bin Khattab tentang keutamaannya.
“Wahai Ibnul Khattab (Umar), demi Allah yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu disuatujalan melainkan ia akan mengambil jalan lain dari jalanmu”[HR Bukhari no 3480]Masya Allah, betapa hebatnya Umar bin Khattab sehingga para setan pun menghindar jika bertemu dengannya. Setan pun takut dengan sesosok sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamsatu ini.Baca juga: Kisah Terbunuhnya Jin Wanita dengan PedangPertarunganUmar bin Khattab Melawan JinSuatu hari, di sebuah jalan kota Madinah,Umar bin Khattab mendapati jin yang mengaku dirinya paling kuat diantara bangsanya. Umar kemudian menantangnya untuk bertarung. Tak beberapa lama, perkelahian dimenangkan oleh Umar.Umar bin Khattabradhiyallahu’anhu lalu berkata kepada lelaki dari bangsa jin tersebut, menanyakan kenapa lengan jin itu kurus mirip seperti lengan anjing. Jin tersebut menjawab bahwa dirinya merupakan jin yang kuat diantara jin dari bangsanya. SetanKemudian jin itu menantang balik Umar bin Khattab karena pada pertarungan pertama ia merasa tak puas. Tapi Umar masih terlalu kuat, jin itu pun kembali terkapar. Dalam sebuah riwayat bahkan Umar merasa geram dan tidak melepaskannya lalu Umar bertanya kepada lawannya:“Aku tidak akan melepaskanmu hingga kalian memberitahukan sesuatu yang bisa melindungi kami (bangsa manusia) dari kalian (bangsa jin)”Dengan sangat ketakutan, jin itu pun menjawab tegas dan pasti,“Ayat Kursi”Dari kisah pertarungan Umar bin Khattabdengan jin tersebut bisa diambil hikmahnya bahwa setan dari bangsa jin paling takut jika dibacakan kepadanya ayat kursi. Jadi, sekarang tak perlu takut,umat muslim punya senjata ‘ayat kursi’ untuk melawan setan dari bangsa jin.

Wafatnya umar bin khattab

Kisah Mengharukan, wafatnya Umar bin Khattab

Al-Faruq sang pembeda, demikian julukan yang diberikan Rasulullah untuk umar ibn khattab, karena ia dapat membedakan yang benar dan yang batil, yang baik dan yang buruk.
Umar bin Khattab sangat menyukai dan kerap memakai julukan ini. Rasulullah SAW berkata,"Allah SWT telam menempatkan kebenaran di lisan dan hati Umar. Dialah al-faruq, yang membedakan atau memisahkanyang hak dan yan batil"

(HR. Ahmad 5/154/165/177, Abu Dawud (2962), Ibnu Majah (108), Al-Hakim (2/86, 87

Setelah Umar bin Khattab menjadi Islam, wilayah Islam semakin luas karena berhasil menaklukkan bangsa-bangsa yang berkuasa dan lebih maju di zamannya seperti negeri Syam dan beberapa daerah-daerah yang dikuasi oleh persia dan romawi. dengan segala sikap dan kesederhanaan hidup Umar bin Khattab sama sekali tidak mengurangi kecakapannya mengatur sebuah negara besar.
Pada saat itu Umar bin Khattab memelopori pembentukan beberapa jawatan pemerintahan,membentuk tata kenegaraan yang lebih maju, dan memperbaiki administrasi negara. Hal ini diharus dilakukan mengingat wilayah Islam semakin luas agar negara ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ajaran umat Islam.Umar bin Khatab pernah mengutarakan keinginannya kepada Auf ibn Malik bah ia ingin wafat terbunuh sebagai syahid ditanah Arab sampai umar pernah berdoa kepada Allah SWT untuk dapat mati dijalan-Nya danditanah kekasihnya, Rasulullah SAW. Umar berdoa:
     "Ya Allah SWT, berikan aku karunia kematian sebagai syahid di Jalan-Mu dan jadikanlah matiku berada di negeri nabi-Mu"(Ibn Sa'd, al-Thabaqat, 3/331)Detik-detik akhir hayatnya pada waktu itu Umar berjalan menuju masjid, pada saat itu cahaya bulan mengenai wajahnya yang tampak bercahaya. Didalam masjid, para jamaah sudah ramai. Khalifah Umar mendirikan shalat sunnah fajar. Sesaat kemudian muazin melantunkan iqamat dan khalifah umar maju kedepan, ketempat imam. Beliau berkata "luruskan barisan kalian", setelah barisan lurus sang imam balikmenghadap kiblat.
Waktu bergulir beberapa namun suara takbir sang khalifah belum juga terdengar ternyata telah ada yang menikam Umar. Ia berdiri di shaf pertama, tepat dibelakang Umar. Orang tersebut segera kabur dari masjid, sambil menikam siapa saja yang ia temui dikanan dan kirinya, sehingga mengenai tiga belas orang lelaki lainnya, dan tujuh diantaranya meninggal dunia.Umar seketika itu juga ambruk. Ia roboh, darah bersimbah membasahi jubah sang Khalifah dan lantai mihrab. Umar yang tengah terkapar menarik Abdurrahman ibn Auf untuk mengimami shalat, sementara orang-orang berhamburan meraih Umar. Setelah itu Abdullah ibn Abbas segera membopong Umar kerumahnya. Para jamaah yang lain juga ikut serta, setelahitu Umar merasa akan menghadap Allas SWT memanggil anaknya Abdullah ibn Umar dan menyuruhnya ke rumah Ummul Mukminin Aisyah untuk meminta Izin agar jenazahnya dikebumikan disamping dua orang sahabat utamanya (Rasulullah SAW dan Abu Bakar) dan Aisyah pun mengizinkannya.Umar lalu berwasiat kepada Abdullah anaknya,"wahai anakku jika aku wafat, kuburkanlah aku. Jadikanlah tanganmu membopong punggungku. Letakkanlah tangan kananmu diatas keningku, sementara tangan kirimu diatas jakunku. Sesungguhnya jika terdapat kebaikan dalam diriku, kelak Allah akan meluaskan tempat untukku sejau mata memandang. Namun, jika aku tidak seperti itu, Allah akan menyempitkan tempat untukku sampai meremukkan tulang-tulangku. Janganlah engkau bawa para perempuan mengiringi jenazahku. Janganlah kalian menyucikan diriku, sementara aku tidak seperti yang mereka sucikan. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semuanya, lebih daripada diriku. Jika kalian keluar membawa jenazahku, hendaklah bersegera membawanya."Umar juga berpesan kepada calon khalifah penggantinya, jika salah satu dari kamu menjadi pemangku urusan umat ini, hendaknya tidak membawa kerabat-kerabatmu dalam urusan manusia. Hendaknyakalian semua menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, hendaknya kalian bermuyawarah (hal ini disampaikan kepada Ali, utsman, dan Sa'd).Matahari mulai terbit, semesta tampak benderang. Sementara napas sang Khalifah perlahan-lahan terhenti, dan pada pagi hari Ahad, awal bulan Muharram tahun 24 H (644M), Khalifah Umar mengembuskan nafas terakhir.

Kisah Lucu dan Sedih Umar Bin Khattab Kepada Rasulullah S.A

Kisah Lucu dan Sedih Umar Bin Khattab Kepada Rasulullah S.A

Suatu ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabatnya, Rasulullah berkata pada Umar bin Khattab,
“Cuba ceritakan kepadaku kisah yang membuat aku ketawa dan membuat aku menangis.
”Kemudian Umar bin Khattab pun bercerita. “Dahulu sebelum aku mengenal Islam, aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan itu.

”“Demi Lata Uzza Mannat Engkau lah yang mulia, beri aku makanan sebagai rezeki darimu.

” Kataku. Waktu itu aku menyembah patung namun perutku sedang lapar. Selesai menyembah berhala aku menuju ke dapur, tidak aku dapatkan makanan di sana lalu akukembali ke ruangan persembahyangan. Tidak ada makanan selain Tuhan sembahanku, akhirnya dengan rasa sesal aku memakan Tuhanku sendiri yang ku sembah-sembah sebelumnya. Aku memakan berhala tersebut bermula dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tidak tinggal.

“Mendengar cerita Umar Rasulullah tertawa hingga kelihatan gigi gerahamnya, Baginda bertanya,

“Di mana akal kamu masa itu?”Umar Menjawab, “Akal kami memang pintar tetapi sembahan kami yang menyesatkan kami.

”Lalu Rasulullah berkata kepada Umar,“Ceritakan kepadaku hal yang membuat aku menangis”?
Umar pun memulakan ceritanya “Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut ke suatu tempat, tiba di tempat yang aku tuju, aku mula menggali sebuah lubang. Setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku, maka anak perempuanku akan membersihkannya.”“Dia tidak mengetahui sesungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup, untuk persembahan berhala. Selesai menggali lubang, aku mencampakkan anak perempuanku ke dalam lubang. Burrr…. dia menangis kuat sambil menatap wajahku. Masih terngiang-ngiang wajah anakku yang masih tidak mengerti apa yang dilakukan ayahnya sendiri dari bawah lubang.“Mendengar cerita itu meneteslah air mata Rasulullah.
Begitu juga dengan Umar menyesali perbuatan jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.

Kisah pemuda yang meminta izin berzina pada rasulullah

Kisah Pemuda yang Meminta Izin Berzina Pada Rasulullah

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang gagah mendatangi Nabi Muhammad S.A.W. Dia berkata

“Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berbuat zina. Para Sahabat r.a yang hadir disana pun marah mendengar ucapannya. Betapa lancangnya si pemuda meminta kepada nabi Muhammad agar mengizinkannya berzina.
Namun lihatlah nasihat yang diberikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Beliau adalah guru terbaik sepanjang masa. Dia mendekatkan pemuda itu ke sisinya dan mempersilahkannya duduk. Kemudian Nabi Muhammad mendekatinya dan berkata
“Apakah kau mau ibumu berzina?” Pemuda itu berkata: “Tidak ya Rasulullah. Aku tidak ingin ibuku berbuat zina. Aku akan menyerahkan diriku padamu wahai Rasulullah.

”“Demikian pula halnya setiap manusia pasti tidak menyukai hal itu terjadi pada ibu-ibu mereka”, jelas Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam kepada pemuda itu.Dia bersabda: “Bagaimana kalau adikmu?

” Pemuda itu berkata: “Tidak ya Rasulullah.” Rasulullah s.a.w bersabda “Demikian pula manusia tidak menyukai hal itu terjadi padasaudara-saudara perempuan mereka.
”Nabi Muhammad S.A.W. bersabda “Kalau putrimu?” Pemuda itu bahkan belum menikah. Disini Nabi Muhammad S.A.W. memberikannya sebuah pengandaian, apakah dia mau jika suatu hari nanti setelah menikah dan mempunyai anak perempuan, anaknya berzina. Pemuda itu berkata:
“Tidakya Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Tidak pula manusia menyukai hal itu terjadi pada anak-anak perempuan mereka.
”Dia bersabda:

“Kalau bibimu dari sisi ayahmu?” Pemuda itu berkata: “Tidak ya Rasulullah.”“Bagaimana dengan bibimu dari sisi ibumu?” Dia berkata: “Tidak juga!” Kemudian Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Tidak pula manusia menyukai hal itu terjadi pada bibi mereka.
”Maka Rasulullah meletakkan tangannya kepada pemuda itu seraya mengucapkan:
“YaAllah, ampunilah dosanya, bersihkanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya.” Lihatlah bagaimana Nabi Muhammad s.a.w memberi pelajaran dengan lemah lembut namun mengandung kebijaksanaan yang besar

Lahirnya rasulullah isa al masih

Lahirnya Rasulullah Isa bin Maryam
Nabi Isa adalah di antara nabi dan rasul Allah ﷻ.

Berbeda dengan manusia lainnya, Nabi Isa terlahir tanpa seorang ayah. Dan ibunya adalah seorang wanita suci dan shalihah. Demikianlah jika Allahﷻ menghendaki sesuatu terjadi, maka ia akan terjadi.
Adam, Allah
ﷻ ciptakan tanpa perantara ayah dan ibu. Hawa lahir tanpa campur tangan wanita. Dan Isa hanya dari seorang ibu.Maryam Melahirkan Manusia MuliaMaryam adalah seorang wanita shalihah yang menjaga diri dan kehormatan. Sudah kami tuliskan kisah Maryam menjaga kesucian dirinya dengan judulMaryam Teladan Bagi Muslimah.Berita tentang kelahiran Nabi Isa ﷺ menyebar perlahan. Satu per satu orang tahu, bahwa Maryam yang tak bersuami melahirkan anak laki-laki. Saat hendak melahirkan putranya, Maryam menyendiri di ujung timur Masjid al-Aqsha.فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS:Maryam | Ayat: 22).

Lahirlah Nabi Isa ﷺ di tempat tersebut.Maryam menyepi dan menyendiri. Ia takut beredar fitnah tentang dirinya di masyarakat. Tentu mereka akan bertanya dari mana ia peroleh anak itu? Mana suamimu? Apakah dari zina?
Siapakah bapaknya?
Dan tuduhan lainnya.
Ia takut akan semua gunjingan itu. Peristiwa ini sangat berat baginya. Seorang wanita tak akan tahan jika kehormatannya dijadikanhina.
Maryam adalah wanita shiddiqah.
Ahli ibadah. Ia mengabdikan diri di tempat yang suci. Di tanah yang mulia dan qudus.Disebutkan, keluarganya pun menanyakantentang putranya. Tentang Isa bin Maryam. Mereka bertanya, .

“Apakah bisa tanaman tumbuh tanpa benih?” “Bisa. Siapakah yang pertama menciptakan tanaman? Jawab Maryam, retoris. Mereka kembali bertanya, “Bisakah pohon tumbuhtanpa air?”

“Bisa. Siapakah yang menciptakan pohon pertama kali?” jawab Maryam. Mereka bertanya lagi untuk yangketiga kali, “Bisakah seorang anak lahir tanpa seorang ayah?” Maryam menjawab, “Bisa. Sesungguhnya Allah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu”.

Mereka pun diam.Keluarga Maryam adalah orang yang mencintai dan mengenalnya Mereka pun tetap mempertanyakan. Timbul sebersit rasa di hati mereka. Lalu bagaimana pula dengan orang-orang yang jauh, orang-orang fasik, apa yang akan mereka katakan?Manusia dalam keadaan Nabi Isa ﷺ ini terbagi menjadi tiga:Pertama: Orang-orang Yahudi.

Mereka menuduhnya sebagai anak zina, karena menurut mereka Maryam berzina dengan Yusuf an-Najjar.Kedua: Orang-orang Nasrani. Mereka menganggap Isa sebagai anak Allah. Dan Maha Suci Allah dari yang demikian.Ketiga: Orang-orang Islam. Mereka memuliakan Nabi Isa sebagai seorang nabidan rasul. Namun tidak berlebih-lebihan terhadapnya, dengan mengimaninya sebagai hamba Allah.Maryam pergi ke Betlehem. Saat sampai di sana ia berucap,

يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا“Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yangtidak berarti, lagi dilupakan”. (QS:Maryam | Ayat: 23).Ia berharap seandainya mati, karena beratnya keadaan. Lalu Allah ﷻ
menghibur Maryam dengan

,فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا. وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا. فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا“

Maka menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikananak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, makamakan, minum dan bersenang hatilah kamu.” (QS:Maryam | Ayat: 24-26).Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang menyeru Maryam dalam ayat ini. Said bin Jubair, adh-Dhahhak, Amr bin Maimun dll. menyatakan bahwa itu Jibril. Mujahid, al-Hasan, dll. menyatakanbahwa Nabi Isa berbicara kepada Maryam.Ia menghiburnya, ‘Wahai Ibu, janganlah bersedih’. Sang anak menunjukkan bahwakelahirannya adalah mukjizat dan karunia dari Allah ﷻ. Maryam pun menjadi tenang.Maryam Bertemu KaumnyaSetelah merasakan ketenangan, Maryam pulang dan bertemu kaumnya. Mereka berkata,فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا. يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّاMaka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”. (QS:Maryam | Ayat: 27-28).Berbeda dengan keluarganya yang mempertanyakan keadaannya, orang-orang fasik langsung menuduh Maryam. Mereka cerca Maryam dengan telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar, yakni perzinahan. Mereka bawa-bawa kedua orang tuanya yang baik-baik, agar Maryam semakin malu.Mereka tuduh Nabi Zakariya lah yang menzinainya. Tanpa pengadilan, mereka hakimi Zakariya dengan membunuhnya. Di antara mereka juga ada yang menuduhYusuf an-Najjar, sepupu Maryam, adalah bapaknya Isa.Isa, Bayi Yang Penuh BerkahMaryam mengetahui, anaknya mampu berbicara dan bersaksi untuk mereka. Ia pun mengatakan,فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّاmaka Maryam menunjuk kepada anaknya.Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih didalam ayunan?” (QS:Maryam | Ayat: 29).Isa memberikan jawaban dan persaksian, membantah tuduhan keji yang dilemparkan pada ibunya.قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّاBerkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,” (QS:Maryam | Ayat: 30).Kalimat pertama dari lisan Isa menegaskan bahwa dia adalah hamba Allah ﷻ, bukan anak Tuhan. Sekaligus juga membantah tuduhan kaumnya terhadap ibunya. Ia membantah orang yang mengatakannya anak Allah atau anak zina.وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَادُمْتُ حَيًّا. وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا. وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا.dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, padahari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS:Maryam | Ayat: 31-33).Kami tutup kisah ini dengan penjelasan Alquran tentang Nabi Isa ﷺ:ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ. مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًافَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ.“

Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. ApabilaDia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS:Maryam | Ayat: 34-35).

Minggu, 25 September 2016

Kemuliaan ibu

Subhanallah… Inilah Kemuliaan Ibu

dalam Kosa Kata Al Qur’an
Ayat Al AkrashinAl-Quran,Berita,Keluargaوَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuatbaik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”(QS. Luqman : 14)Ilustrasi. (Foto : irmai-lp.blogspot.com)Syahida.com– Ibu, dialah sumber kasih sayang; mengasuh dan memberi tanpa batas. Dialah prajurit malam yang selalu berjaga dan terjaga. Menemani ketidakberdayaan kita. Dia yang selalumendahulukan anaknya dari dirinya sendiri, mencintai tanpa menuntut balas.Ibu, sebuah kata yang jujur nan kuat, diucapkan semua makhluk hidup dalam bahasanya masing-masing. Dengan kata ‘ibu’ pada makhluk itu mendapatkan kasih sayang, ketulusan hati, kehangatan, pengorbanan, cinta yang agung, yang dicipta dan ditumbuhkan Allah dalam diri semuaibu terhadap anak-anaknya. Karena itu, Allah SWT berwasiat kepada manusia untuk taat kepadanya, seperti juga Rasul-Nya telah berpesanagar kita senantiasa berbakti kepadanya.Ada dua kata yang selalu dipakai Al Qur’an untuk menyebutkan ibu: “Umm” dan “Walidah”. Kata “umm”, digunakan Al Qur’an untuk menyebutkan sumber yang baik dan suci untuk hal yang besar dan penting. Maka Makkah Al Mukarramah disebut “Ummul Qura” karena kotaini adalah tempat turunnya risalah yang diberikan Allah azza wa Jalla kepada Islam, yang merupakan inti ajaran para rasul dan semua risalah. Allah berfirman,وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ“Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.”(QS. Al An’am : 92)Imam As Suddi mengatakan, disebut Ummul Qura’, kerena Makkah rumah yang pertama kali dibangun di tempat itu.Allah juga menyebutkan kata “umm” untuk sesuatu yang menghimpun ilmu-Nya, yaitu pada lafaz “Ummul Kitab”. Allah berfirman,يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh).”(QS. Ar Raad : 39)Pada kerangka inilah, Al Qur’an kemudian membedakan antara kata “umm” dan “walidah”,di mana Allah menyebut “walidah” kepada perempuan yang melahirkan anak, tanpa melihat karakter dan sifatnya yang baik atau yang buruk. Karena ternyata ada juga segelintir ibu yang tak punya hati terhadap anaknya. Kata “walidah” digunakan hanya karena adanya proses melahirkan, baik bagi manusia maupun makhluk lain, dengan keadaan-keadaan yang menyertainya;hamil dan menyusui, seperti firman Allah,وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al Baqarah : 233)Ibu yang dibahasakan“walidah” inilah tempat menumpahkan segala bakti, pemuliaan, tanpa membedakan apakah ia baik atau tidak. Allah berfirman,وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَاأُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(QS. Al Isra : 23)Bahkan meskipun si ibu adalah seorang pelaku maksiat dan kafir.Adapun “umm”, seperti telah disebutkan di atas, Al Qur’an menggunakannya untuk menyebutkan sesuatu yang menjadi sumber kemuliaan, merupakan simbol pengorbanan, penebusan, kesucian, kejernihan, cinta dan kasih sayang. Sumber yang menjadikan seseorang tumbuh menjadi manusia yang terhormat, menemukan kemuliaan dan bangga menisbahkan dirinya kepada ibu yang melahirkannya. Mari kita perhatikan perbedaan  itu ketika Isa alaihissalaam bicara soal kewajiban berbakti dan menghormati ibu, dimana Allah SWT berfirman,وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا“dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”(QS. Maryam : 32)Namun ketika Al Qur’an mengisahkan tentang Isaas dan tentang karakter dan sifat ibunya yang mulia, Ia menggunakan kata “umm”. Allah berfirman,مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlahbagaimana mereka berpaling (dari memperhatikanayat-ayat Kami itu).”(QS. Al Maidah : 75)Pun ketika Al Qur’an hendak menarik perhatian anak-anak agar memperhatikan ibu yang telah melahirkannya dengan segala kendala dan kesulitan, Al Qur’an menggunakan kata “umm”. Karena dari ibu,  memancarkan cahaya kesabarandan kemuliaan pada hari kiamat, sehingga kita diperintahkan untuk memuliakannya di dunia dengan pemuliaan yang mutlak dan tanpa batas.Di sini kita bisa melihat betapa indahnya bahasa Al Qur’an. Ketika ia berpesan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua, Al Qur’an menggunakan kata “al walidain”, tapi setelah itu ia menyebut ibu dengan kata “umm” karena keutamaannya lebih di atas ayah. Allah berfirman,وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuatbaik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)Imam Asy Syarbini, seperti juga dikatakan Syaikh Muhammad bin Amin, “Ibu disebutkan secara khusus karena menanggung beban berat dan banyak dari rasa sakit dan kesulitan dalam melahirkan, menyusui, dan mengasuh.” Ar Razi mengatakan, “Karena itu hak ibu lebih agung.”Begitulah Al Qur’an bicara soal keutamaan ibu. Demikian pula, ketika Al Qur’an hendak memberitakan kepada kita dalamnya cinta ibu kepada anak-anaknya, dan besarnya kasih sayangdan kelembutannya kepada mereka, kembali Al Qur;an menyebutnya dengan kata “umm”. Allah berfirman,وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَاأَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ‘Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasiatentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).“(QS. Al Qashahs : 10)Dan ketika Al Qur’an menceritakan betapa bahagianya ibunda Musa setelah bertemu kembali anaknya, Al Qur’an juga menggunakan kata“umm”.  Allah berfirman,إِذْ تَمْشِي أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُ ۖ فَرَجَعْنَاكَ إِلَىٰ أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَاكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِي أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَا مُوسَىٰ“(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir’aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kamitelah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,” (QS. Thaha : 40)Ketika menunjukkan kesucian dan kemuliaan para istri Rasulullah SAW, Al Qur’an pun menyebut mereka dengan “al Ummahat”, bukan “al walidat”. Allah berfirman,النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmimdan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulisdi dalam Kitab (Allah).”(QS. Al Ahzab : 6)Al Qur’an yang lafaz-lafaznya kaya makna, begitudalam menjelaskan kepada kita tentang ibu. Makaselamilah itu, agar kita bisa lebih memahami ibu, keajaiban yang Allah karuniakan kepada kita.[

Kisah rasulullah dan pengemis buta yang mengharukan

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pengemis Buta yang Mengharukan

Kisah Teladan -Terdapatlah seorangpengemis Yahudi buta yang setiap hari menempati salah satu sudut pasar di Kota Madinah. Bukan cuma mengemis, Ia juga berseru kepada orang-orang yang berlalu-lalang di pasar tersebut,

“Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan terpengaruh olehnya.”Teriakannya yang keras tak terlewatkan oleh seorang pun yang berjalan di dekatnya. Setiap kali ada yang terdengar langkah kaki orang melewatinya, pengemis buta itu selalu mengumpat Rasulullah Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam, dan mengatakan Muhammad adalah tukang sihir, orang gila dan sebagainya.Pengemis Yahudi buta itu hampir setiap hari di temani oleh seseorangdi sampingnya. Orang tersebut dengan lemah lembut dan kasih sayang menyuapi pengemis yang hampir tidak pernah berhenti untuk menghina dan merendahkan Muhammad SAW. Orang tersebut hanya terdiam saat teriakan makiandan hinaan itu keluar dari mulut Yahudi buta tersebut. Ia terus menyuapi makanan ke mulut pengemis itu hingga habis.Sampai pada suatu hari, si Pengemis Yahudi Buta tidak lagi ditemani lagi oleh orang yang menyuapinya. Kemudian datanglah orang lain yang membawakan nasi bungkus untuknya dan menawarkan diri untuk menyuapinya.Orang lain yang menawarkan diri untuk menyuapi pengemis buta yang tidak berhenti merendahkan Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam tersebut adalah sahabat terbaik Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq. Hati dan kepala Abu Bakarmendidih mendengar sumpah serapah pengemis Yahudi tersebut.Namun Abu Bakar menahan diri dan berusaha dengan lemah lembut menawarkan diri untuk memberi makan kepada pengemis buta tersebut. Namun bukan rasa terimakasih yang di dapat oleh AbuBakar, jusru penyangkalan dan hardikan keras dari pengemis tersebut.

“Kau bukan orang yang biasa memberiku makanan,” hardiksi pengemis buta.“Aku orang yang biasa,” kata Abu Bakar.“Tidak. Kau bukan orang yang biasa ke sini untuk memberiku makanan. Apabila dia yang datang, maka tak susah tangan ini memegang dan tak susah mulutku mengunyah. Dia selalu menghaluskan terlebih dahulu makanan yang akan disuapinya ke mulutku.” Begitulah penyangkalan si pengemis buta kepada Abu Bakar.
Mendengar perkataan pengemis buta tersebut, Abu Bakar tak kuasa membendung rasa harunya. Air matanya tumpah tak tertahankan, dadanya turun naik, Beliau menangis sampai terisak-isak.
Salah satu sahabat terbaik Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam itupun berkata, “Memang,benar, Aku bukan orang yang biasa datang membawa makanan dan memberimu suapan atas makanan itu. Aku memang tidak bisa selemah lembut orang itu.   ”“Ketahuilah bahwa Aku adalah salah satu sahabat orang yang setiaphari menyuapimu tersebut. Orang yang dulu biasa ke sini dan memberimu makan dan menyuapimu telah wafat. Aku hanya ingin melanjutkan amalan yang ditinggalkan orang tersebut, karena Aku tidak ingin melewatkansatu pun amalannya setelah kepergiannya.
”Si pengemis buta Yahudi tersebut terdiam sejenak dan bertanya kepada Abu Bakar siapa orang yang selama ini  memberinya makan dan juga menyuapinya.“Ketahuilah, bahwa Ia adalah Muhammad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Orang yang setiap hari kau hinakan dan kau rendahkan di depan orang banyak di pasar ini,” jawab Abu Bakar kepada pengemis buta itu. Si pengemis Yahudi yang buta itu tertegun. Tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, namun tampak bibirnya bergetar. Air mata pengemis buta itu perlahan jatuh membasahi pipinya yang mulai berkeriput.
Si pengemis buta tersadar, betapa orang yang selama ini ia hinakan justru memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Ia justru malah merasa lebih hina dari apapun yang ada di dunia ini.“Selama ini aku telah menghinanya,memfitnahnya, bahkan saat Muhammad ada di sampingku sedang menyuapi aku. Tapi dia tidak pernah memarahiku. Dia malah dengan sabar melembutkan makanan yang di masukkan ke dalam mulutku. Dia begitu mulia.” Kata pengemis buta dalam tangisnya.Pada saat itu juga, Si Pengemis Yahudi buta bersaksi di hadapan Abu Bakar Ash Shiddiq, mengucapkan dua kalimat syahadat‘
La ilaha illallah. Muhammadar Rasulullah.’ Si Pengemis buta memilih memeluk Islam setelah cacian dan sumpah serapahnya kepada Muhammad SAW dibalas dengan kasih sayang oleh Nabi Akhir Zaman tersebut.
Demikianlah kisah keteladanan Rasulullah Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam yang sebaiknya dicontoh oleh umat Beliau. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam di Hari Penghakiman kelak.. Amiin

Kisah sahabat yang ingin memukul nabi

Kisah Sahabat yang Ingin Memukul Rasulullah

,Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW setelah  jatuh sakit yang cukup lama, sehinggaRasulullah SAW tidak dapat shalat berjamaah dengan para sahabatnya dimasjid.
Dari buku Kisah Teladan Rasulullah Menghadirkan Jiwa Muraqabah LewatPuasa disebutkan,
 
pada suatu hari Rasulullah SAW meminta beberapa sahabat membawanya ke Masjid. Rasulullah di dudukkan atas mimbar, lalu Rasulullah meminta Bilal memanggil  semua para sahabat datang ke masjid.Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai sahabat-sahabatku semua.
Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah Tuhan yang layak disembah?
"Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah Tuhan yang layak disembah.”Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Persaksikanlah ya Allah.

Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya, aku akan pergi bertemu Allah. Dan sebelum aku pergi,aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang dengan kalian?

Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau jika bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."Ketika itu semua sahabat  diam, dan dalam hati masing-masing berkata,"Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang dengan Rasulullah.
”Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Akasyah. Lalu, dia berkata,
"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta kau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa.”Maka Akasyah pun mulai bercerita,"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu Engkau pukulkan cemeti kebelakang kuda. Tetapi, cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, sebenarnya cemeti itu terkena pada dadaku karena ketika itu aku berdiri di sebelah belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah.”Mendengar yang demikian, RasulullahSAW berkata, "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Akasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari iniaku akan terima hal yang sama."Dengan suara yang agak tinggi, Akasyah berkata, "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."Akasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabatberteriak memarahi Akasyah."Sesungguhnya engkau tidak berperasaan wahai Akasyah. Bukankah Baginda sedang sakit?"Akasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cemeti di rumah Fatimah.Setelah mengambil cemeti, Akasyah menuju ke hadapan Rasulullah.Tiba-tiba, Abu bakar berdiri menghalangi Akasyah sambil berkata,"Wahai Akasyah kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah temannya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul,maka pukullah aku.”Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW,"Duduklah wahai Abu Bakar. Ini antara aku dengan Akasyah.
  "Akasyah menuju ke hadapan Rasulullah. Tiba-tiba, bangunlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW, yaitu Hasan dan Husein. Mereka berdua merayu dan meronta."Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami wahai Paman. Sesungguhnya kami ini adalah cucu kesayangan Rasulullah, pukullah kamiwahai Paman."Begitu sampai di tangga mimbar, dengan tegasnya Akasyah berkata,"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Rasullah meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Akasyah berkata lagi:"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullahyang sangat indah, sedang beberapa buah batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.Kemudian Rasulullah SAW berkata,"Wahai Akasyah, bersegeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka padamu."Akasyah terus menghampiri Rasulullah SAW, tangan yang memegang cemeti untuk dipukulkan ke tubuh Rasulullah SAW, rupanya dilempar cemeti itu sambil terus memeluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya.Sambil berteriak menangis, Akasyah berkata,
"Ya Rasulullah, ampunkanlah aku, maafkanlah aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwatubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sesungguhnya aku takut dengan api neraka.
Maafkanlah aku ya Rasulullah."Rasulullah SAW dalam keadaan sakit berkata,"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahliSyurga, maka lihatlah Akasyah."Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Seorang yahudi yang merindukan rasulullah

[ KISAH YANG SANGAT MENGHARUKAN ]

SEORANG YAHUDI YANG MERINDUKAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW ]

Hari Sabat, adalah hari besar dimana para pengikuti ajaran Nabi Musa AS (pada masa Nabi SAW dikenal sebagai kaum Yahudi) dilarang melakukan aktivitas apapun kecuali untuk beribadah, berdzikir atau mempelajari kitab Taurat....Suatu ketika, seorang lelaki Yahudi yang tinggal di Syam mengisi hari sabatnya untuk mempelajari kitab Taurat.
Ia menemukan dalam Taurat tersebut ayat-ayat yang menyebutkan tentang sifat dan keadaan Nabi Muhammad SAW, nabi yang diramalkan akan turun sebagai penutup para Nabi-nabi, sebanyak empat halaman. Ia segera memotong empat halaman Taurat tersebut dan membakarnya....Saat itu memang Nabi SAW telah diutus dan telah tinggal di Madinah. Sementara itu, beberapa orang pemuka dan pendeta Yahudi melakukan "indoktrinasi" kepada jamaahnya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendusta.
Jika ditemukan sifat dan cerita tentang dirinya dalam Taurat, mereka harus memotong dan membakarnya karena itu merupakan ayat-ayat tambahan dalam Taurat yang tidak benar. Lelaki Yahudi dari Syam tersebut adalah satu anggota jamaah sekte ini....Pada hari sabtu berikutnya, ia juga mengisi harinya dengan melakukan kajian terhadap Taurat, dan ia menemukan delapan halaman yang menyebutkan tentang keadaan dan sifat-sifat Nabi SAW. Seperti kejadian sebelumnya, ia memotong delapan halaman tersebut dan membakarnya......
Pada hari sabtu berikutnya lagi, ia masih melakukan kajian terhadap Taurat, dan kali ini ia menemukan hal yang sama, bahkan ditambah dengan cerita tentang beberapa orang sahabat di sekitar beliau, dan ia menemukannya dalam 12 halaman. Kali ini ia tidak langsung memotongnya, tetapi ia berfikir dan berkata dalam hatinya, "Jika aku selalu memotong bagianseperti ini, bisa-bisa Taurat ini seluruhnya akan menyebutkan tentang sifat sifat dan keadaan Muhammad..!!"Tentunya kita tidak tahu pasti, apakah memang kandungan Taurat seperti itu? Atau memang Allah SWT telah menggiring lelaki Yahudi kepada hidayah-Nya, sehingga setiap kali dipotong, akan muncul secara ajaib (mu'jizat) pada halaman lainnya, lebih banyak dan lebih lengkap tentang keadaan Nabi Muhammad SAW....Tetapi, tiga kali pengalaman kajiannya tersebut telah memunculkan rasa penasaran dan keingin-tahuannya yang besar kepada Nabi SAW. Bahkandengan tiga kali kajiannya tersebut, seakan-akan sifat-sifat dan keadaan beliau telah lekat di kepalanya, dan seperti mengenal beliau sangat akrab...Ia datang kepada kawan-kawan Yahudinya dan berkata, "Siapakah Muhammad ini...???""Ia seorang pembohong besar (yg tinggal di Madinah)," Kata salah seorang temannya, "Lebih baik engkau tidak melihatnya, dan dia tidak perlu melihat engkau!!"Tetapi lelaki Yahudi yang telah "melihat" dengan"ilmul yakin" tentang keadaan Nabi SAW ini, tampaknya tidak mudah begitu saja dipengaruhi teman-temannya. Seakan ada kerinduan menggumpal kepada sosok Muhammad yang belum pernah dikenal dan ditemuinya itu. Kerinduan yang memunculkan kegelisahan, yangtidak akan bisa hilang kecuali bertemu langsung dengan sosok imajinasi dalam pikirannya tersebut. Ia berkata dengan tegas, "Demi kebenaran Taurat Musa, janganlah kalian menghalangi aku untuk mengunjungi Muhammad…!!"Dengan tekad yang begitu kuatnya, teman-temannya itu tak mampu lagi menghalangi langkahnya untuk bertemu dengan Nabi SAW di Madinah. Lelaki Yahudi ini mempersiapkan kendaraan dan perbekalannya dan langsung memacunya mengarungi padang pasir tanpa menunda-nundanya lagi. Beberapa hari berjalan, siang dan malam terus saja berjalan, hingga akhirnya ia memasuki kota Madinah...Orang pertama yang bertemu dengannya adalah Sahabat Salman al Farisi. Karena Salman berwajah tampan, dan mirip gambaran yang diperolehnya dalam Taurat, ia berkata, "Apakah engkau Muhammad...???"Salman tidak segera menjawab, bahkan segera saja ia menangis mendapat pertanyaan tersebut, sehingga membuat lelaki Yahudi ini terheran-heran. Kemudian Salman berkata, "Saya adalah pesuruhnya!"Memang, hari itu telah tiga hari Nabi SAW wafatdan jenazah beliau baru dimakamkan kemarin malamnya, sehingga pertanyaan seperti itu mengingatkannya kepada beliau dan membuat Salman menangis. Kemudian lelaki Yahudi itu berkata, "Dimanakah Muhammad?"Salman berfikir cepat, kalau ia berkata jujur bahwa Nabi SAW telah wafat, mungkin lelaki iniakan pulang, tetapi kalau ia berkata masih hidup, maka ia berbohong. Salman-pun berkata,"Marilah aku antar engkau kepada sahabat-sahabat beliau!"Salman membawa lelaki Yahudi tersebut ke Masjid, di sana para sahabat tengah berkumpul dalam keadaan sedih. Ketika tiba di pintu masjid, lelaki Yahudi ini berseru agak keras,"Assalamu'alaika, ya Muhammad!"Ia mengira Nabi SAW ada di antara kumpulan para sahabat tersebut, tetapi sekali lagi ia melihatreaksi yang mengherankan. Beberapa orang pecah tangisnya, beberapa lainnya makin sesenggukan dan kesedihan makin meliputi wajah-wajah mereka. Salah seorang sahabat berkata, "Wahai orang asing, siapakah engkau ini? Sungguh engkau telah memperbaharui luka hati kami! Apakah kamu belum tahu bahwa beliau telah wafat tiga hari yang lalu?"Seketika lelaki Yahudi tersebut berteriak penuh kesedihan, "Betapa sedih hariku, betapa sia-sia perjalananku! Aduhai, andai saja ibuku tidak pernah melahirkan aku, andai saja aku tidak pernah membaca Taurat dan mengkajinya, andai saja dalam membaca dan mengkaji Taurat aku tidak pernah menemukan ayat-ayat yang menyebutkan sifat-sifat dan keadaannya, andai saja aku bertemu dengannya setelah aku menemukan ayat-ayat Taurat tersebut….(tentu tidak akan sesedih ini keadaanku)!"Lelaki Yahudi tersebut menangis tersedu, tenggelam dalam kesedihannya sendiri. Seakan teringat sesuatu, tiba-tiba ia berkata, "Apakah Aliberada di sini, sehingga ia bisa menyebutkan sifat-sifatnya kepadaku!""Ada," Kata Ali bin Abi Thalib sambil mendekat kepada lelaki Yahudi tersebut."Aku menemukan namamu dalam kitab Taurat bersama Muhammad. Tolong engkau ceritakan padaku ciri- ciri beliau!"Ali bin Abi Thalib berkata, "Rasulullah SAW itu tidak tinggi dan tidak pendek, kepalanya bulat, dahinya lebar, kedua matanya tajam, kedua alisnya tebal. Bila beliau tertawa, keluar cahaya dari sela-sela giginya, dadanya berbulu, telapak tangannya berisi, telapak kakinya cekung, lebar langkahnya, dan di antara dua belikat beliau ada tanda khatamun nubuwwah!!""Engkau benar, wahai Ali," Kata lelaki Yahudi tersebut, "Seperti itulah ciri-ciri Nabi Muhammad yang disebutkan dalam Kitab Taurat.Apakah masih ada sisa baju beliau sehingga aku bisa menciumnya?""Masih!" Kata Ali, kemudian ia meminta tolong kepada Salman untuk mengambil jubah Rasulullah SAW yang disimpan Fathimah az Zahrah, istrinya dan putri kesayangan Nabi SAW....Salman segera bangkit menuju tempat kediaman Fathimah. Di depan pintu rumahnya, ia mendengar tangisan Hasan dan Husain, cucu kecintaan Rasulullah SAW. Sambil mengetuk pintu, Salman berkata, "Wahai tempat kebanggaan para nabi, wahai tempat hiasan para wali!!""Siapakah yang mengetuk pintu orang yatim!" Fathimah menyahut dari dalam..."Saya, Salman…" Kata Salman, kemudian ia menyebutkan maksud kedatangannya sesuai yangdipesankan oleh Ali..."Siapakah yang akan memakai jubah ayahku?" Kata Fathimah sambil menangis...Salman menceritakan peristiwa berkaitan denganlelaki Yahudi tersebut, lalu Fathimah mengeluarkan jubah Rasulullah SAW, yang terdapat tujuh tambalan dengan tali serat kurma,dan menyerahkannya kepada Salman, yang langsung membawanya ke masjid. Setelah menerima jubah tersebut dari Salman, Ali menciumnya diiringi haru dan tangis, hingga sembab matanya. Jubah Rasulullah SAW tersebutberedar dari satu sahabat ke sahabat lainnya yang hadir, mereka menciumnya dan banyak yang menangis karena haru dan rindu kepada Nabi SAW, dan terakhir jatuh ke tangan lelaki Yahudi tersebut...Lelaki Yahudi ini mencium dan mendekap erat jubah Nabi SAW dan berkata, "Betapa harumnya jubah ini…!!"Dengan tetap mendekap jubah tersebut, lelaki Yahudi ini mendekat ke makam Rasulullah SAW, kemudian menengadahkan kepalanya ke langit dan berkata,
   "Wahai Tuhanku, saya bersaksi bahwa Engkau adalah Dzat yang Esa, Tunggal dan tempat bergantung (Ash Shomad). Dan saya bersaksi bahwa orang yang berada di kubur ini adalah Rasul-Mu dan kekasih-Mu. Saya membenarkan segala apa yang ia ajarkan! Wahai Allah, jika Engkau menerima keislamanku, maka cabutlah nyawaku sekarang juga..!!
"Tak lama kemudian lelaki Yahudi tersebut terkulai jatuh dan meninggal dunia. Ali dan parasahabat lainnya ikut terharu dan sedih melihat keadaan si Yahudi tersebut.
Mereka segera memandikan dan mengurus jenazah lelaki Yahudi, yang telah menjadi muslim tersebut, danmemakamkannya di Baqi'....Lelaki Yahudi ini bukanlah termasuk sahabat Nabi SAW, bahkan dalam keislamannya tersebut belum satupun shalat atau kefardhuan lain yang dilakukannya, tetapi kecintaan dan kerinduannya kepada Nabi SAW membuatnya pantas kalau ia dimakamkan di Baqi' disandingkan dengan para sahabat beliau lainnya....Allahumma Shalli 'Ala Muhammad Wa 'Alaa Alihi Wa Shahbih. Aamiin

Alam kubur

Alam kubur Alam kubur adalah alam antara kehidupan dunia dan akhirat yang dimulai setelah kematian dan berakhirsetelah kebangkitan pasca kiamat. Setelah masa ini, seseorang yang beriman merasa bahagia sedangkan orang kafir mengalami adzab.

alam Barzah Akan datang kepadanya 2 Malaikat lalu bertanya, Siapakah Tuhanmu ?
Siapakah Nabimu ?
Apakah Agamamu ?
Maka dia menjawab : Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Islam adalah Agamaku

.#3Fakta-fakta Tentang Siksa Kubur Dan Ini Nyata! Mereka yang banyak melakukan perbuatan dosa semasa hidup akan terus menerus menerima pukulan darimalaikat.
#4Fakta-fakta Tentang Siksa Kubur Dan Ini Nyata!Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.#5Fakta-fakta Tentang Siksa Kubur Dan Ini Nyata!Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecahkepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.
#6Foto ini diklaim bukti paling nyata kalau siksa kubur itu benar adanyaIni diklaim bukti paling nyata kalau siksa kubur itu benar adanya. Gambarini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman, lalu dikuburkan. Selang tiga jam kemudian, mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya.#7Fakta-fakta Tentang Siksa Kubur Dan Ini Nyata!Dengan tampak jelas ada bekas siksaan dan pukulan yang amat keras.Tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung-ujungnya sehingga menekan ke badan membuat kondisi pemuda itu sungguh mengenaskan.Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputus-asaan. Darah yang begitujelas menandakan bahwa pemuda tersebut diyakini telah mengalami siksa kubur yang berat. Ngeri
Bagaimana suasana malam pertama di alam kubur… Bagaimana kedasyatan siksaannya…? Dosa-dosa apakah yang menyebabkan siksaan kubur…? Bagaimana kaedah menjemput kematian terindah…?“Setiap yang bernyawa pasti merasai mati, Wahaijiwa yang tenang, Pulanglah kehadrat Tuhan mu dengan gembira dan diredhai, masuklah dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuk pula dalamsyurga-Ku…”Pada hari itu ia begitu bahagia, menikmati indahnya alam ciptaan Allah, bersama anak dan keluarga, penuh keceriaan, hidup dalam kesenangan dan kehidupan yang terjamin, tertawamelihat telatah anak-anaknya, demikian pula dia ditertawakan oleh anak-anaknya… lalu tiba-tiba ia didatangi oleh suatu malam, malam disaat dia dijemput oleh kematiannya…Sakarat….. Sakaratul Maut….“Dan datangnya sakaratul maut itu benar… Itulah yang kamu selalu lari dari padanya… Ditiuplah sangkakala Hari terlaksananya Ancaman… Setiap jiwa datang dengan malaikat yang jadi saksi… Sungguh kami lalai akan kenyataan ini… Maka kami singkapkan kakitanganmu, pada hari itu hingga penglihatanmu menjadi jelas” (Qaf: 19-22).Malam itulah malam pertama ia berada dalam alam kubur… sendiri dikecam oleh kesunyian, tanpa anak dan isteri/suami juga sahabat karib…yang ada hanyalah amal… inilah malam pertama anak kita menjadi yatim, dan isteri/suami kita menjadi janda/duda… malam pertama yang menggusur dari tempat tidur yang empuk menujudinginnya tanah berselimutkan kafan… inilah malam yang mengusir kita dari rumah mewah dan megah.. menempati liang lahad yang gelap dan sempit… kelmarin malam kita masih berpesta, makan dan minum bersama sahabat karib… tiba-tiba kita masuk pada malam pertamadimana kita menjadi santapan cacing tanah dan serangga… pada malam ini kita baru sedar.. Ternyata… HARTA, KELUARGA, PEKERJAAN yang keras kita mencarinya sampai lalai dari mengingati Allah… tidak sedikitpun daripada semua itu menemani dan membela kita…Allah SWT berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu” (At-Takatsur: 1-3)Inilah malam episod pertama dari alam akhirat, kuburan boleh menjadi taman syurga, sebaliknya ia boleh menjadi satu lubang dari lubang-lubang neraka… inilah kematian datang dengan tiba-tiba… ia datang tepat pada waktunya… tidaklambat dan tidak cepat… meragut dengan paksa, melenyapkan segala nikmat dunia.. tidak pernah menilai kita tua atau muda, kaya atau miskin, sihat atau sakit… ia datang untuk mengeluarkan manusia dari alam kehidupan yang selama ini kita jalani.. ketahuilah rumah yang kukuh dan megah tidak akan mampu membentengi datangnya sang pencabut nyawa…Banyaknya wang di bank tidak mampu memberi rasuah kepada Malaikat untuk undurkan waktu kematiannya… inilah realiti kematian… sudah bersiapkah kita menghadapi malam pertamanya…Bukankah Rasulullah Saw ada bersabda “ Orang yang bijak adalah yang sentiasa mengingati mati di antara kamu, dan ada bekalan setelah kematiannya..” Marilah kita siapkan bekalan untuk menjadi penyinar di alam kubur nanti… demi Allah, tiada yang sanggup menerangkannya melainkan dengan iman dan amal yang soleh..Metode Menjemput Kematian…“Kematian adalah nasihat terbaik dan guru kehidupan, sedikit sahaja kita lengah dari memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan”Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir hidupnya… dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya… sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah berakhirnya kematiannya… kerana sesungguhnya dengan menjalani kehidupan bererti kita sedang menuju kepada kematian kita…Pernahkah kita mendengar berita tentang seorang penzina mati di katil hotel diatas perut pasanganya… seorang penagih dadah mati ketika menghisapnya… dan para penjudi mati diatas meja judinya… begitu juga kita pernah mendengar ahli ibadah mati di atas tikar sejadahnya…Alangkah malangnya, saat ajal tiba kita masih berlumur dosa berbalut nista… inilah malam pertama kita DI ALAM KUBUR… sendiri, di cekam sepi gelap yang tidak pernah terbayang… hilanglah sudah… semua gemerlapnya DUNIA… RUMAH dengan jerih payah bertahun-tahun telahkita bangunkan… ISTERI/SUAMI dan pengabdiannya begitu tulus… ANAK, yang padanya darah daging kita… ORANG TUA yang titisan kasih sayangnya.. mengalir di tubuh kita…dan PEKERJAAN, yang bermati-matian kita habiskan waktu untuknya… KERETA MEWAH yang selalu menjadi kebanggaan… tapi kini hari itu telah pergi… masa pun telah tiada… yang tersisa hanya dosa… yang terus terbayang…TERINGAT… akan ISTERI/SUAMI yang sentiasa dinafikan hak-haknya… ANAK, yang telah kita kotori tubuhnya dari nafkah yang HARAM… ORANG TUA, yang di sisa hidupnya belum sempat dibahagiakan… SAHABAT KARIB, yang meminta bantuan kita biarkan… dan KAWAN-KAWAN, yang telah banyak kita kecewakan…Ya ALLAH, masihkah ada hari milik-Mu untukku… agar boleh ku lunaskan segala urusan… lilitan hutang yang belum terbayar… banyaknya AMANAH dan KEPERCAYAAN yang tidak disampaikan… beribu JANJI yang sering diingkari… dan WANG RASUAH, yang telah kitanikmati dan kita bagi… namun kini, PINTU-MU… sudah tertutup rapat… bertaubat sudah terlambat, menyesali diri sudah tidak bererti… dan tinggallah sendiri menanggung beban DOSA dan KESALAHAN yang tidak terMAAFKAN… merasakan PENDERITAAN yang PANJANG yangtiada berakhir… SEKARANG, adakah dalam hati kita MATI itu sebagai PENASIHAT..??? Semoga selagi masih ada waktu…Fasa-Fasa Alam KuburKesempitan kubur, pertanyaan malaikat, azab atau nikmat kubur, ditempatkannya ruh dan kebangkitan…Alam kubur adalah alam perantaraan kehidupan dunia dan akhirat yang dimulai setelah kematian dan berakhir selepas kebangkitan… selama masa ini, seorang yang beriman merasa bahagia… sementara orang kafir merasa sengsara… orang yang sudah mati akan dihimpit dalam kubur… siapa pun ia kafir atau muslim akan merasakan himpitan kubur… bezanya penyimpitan yang dirasakan seorang mukmin tidak berlaku selamanya, tidak seperti orang kafir yang akan berterusan himpitan kuburnya sampai hancur tulang-tulangnya…Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya kubur itu memiliki himpitan, seandainya ada orang yang selamat darinya, makaselamatlah Sa’ad Bin Mu’adz…” Sa’ad Bin Mu’adz akan mengalami himpitan kubur, padahalia adalah seorang pemimpin penuh kemuliaan, kematiannya menggoncangkan ‘Arasy, dibukakan baginya pintu-pintu langit, Kasyahidannya disaksikan oleh 70 ribu malaikat…Hadis yang diriwayatkan oleh Nasa’I dari Rasulullah SAW: “Kematiannya menggoncangkan ‘Arasy, dibukakan baginya pintu-pintu langit, pintu yang banyak, Kesyahidannya disaksikan oleh 70 ribu malaikat, maka sungguh ia mengalami himpitan kubur, kemudian Allah melapangkanya.”Apabila Sa’ad Bin Mu’adz seorang pemimpin yangbesar, hamba Alah yang soleh dan mendapatkan mati Syahid mengalami himpitan kubur… bagaimana dengan kita..? Allahuakhbar… Ya Allah Terimalah taubat-ku… selamatkanlah aku dari azab kubur…Rasulullah SAW bersabda “Seorang manusia apabila diletakkan dia di dalam kuburnya dan sahabatnya berpaling pulang sedang ia mendengarsuara sandal mereka akan datang kepadanya dua malaikat dan mendudukkannya dan bertanya… SIAPAKAH TUHAN-MU…?, SIAPAKAH NABI-MU…?, APAKAH AGAMA-MU…?… dia menjawab, ALLAH ADALAH TUHAN-KU… MUHAMMAD ADALAH NABI-KU… ISLAM ADALAH AGAMA-KU…Terdengarlah seruan dari langit, “Benar.. Hambaku, hamparkan baginya tikar dari syurga, lalu angin dan wangi syurga datang kepadanya kemudian kubur diluaskan seluas mata memandang, seorang yang rupawan datang menemaninya, yang tiada lain itulah amal solehnya.” (Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Hakim dan Baihaqi).Benarkah kita… boleh menjawabnya…? Dari lisan yang jarang menyebut Asma-Nya… dan ibadah yang sering kita remehkan… Serta sunnahRasul… yang kita abaikan… pada saat itu… kita hanya mampu menjawab… TIDAK… TIDAK… TIDAAAKKKKK…Terdengarlah suara penyeru dari langit… Hambaku ini seorang pendusta… Hamparkan padanya tikar dari api neraka, bukakan baginya pintu neraka, panas dan keringnya neraka mendatanginya… Kubur disempitkan sampai pecah tulang-tulangnya… seorang berwajah burukberpakaian buruk dan berbau busuk datang kepadanya… Yang tiada lain itulah amal buruknya…Tragedi… Siksa Kubur“Aisyah Ra bertanya tentang azab kubur, Rasulullah SAW menjawab: Ya, azab kubur pasti ada.” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz).“Aisyah Ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW berdoa dalam solatnya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur…” (HR. Mutafaqun Alaih).“Ketika orang-orang yang derhaka kepada Allah tidak mampu menjawab pertanyaan malaikat, laluia dipukul dengan besi… hingga ia menjerit dengan teriakan yang sangat keras… didengar oleh semua makhluk Allah, kecuali Jin dan Manusia,” (HR. Bukhari dan Muslim).Saatnya kita menyaksikan… kejadian nyata tentang siksa kubur yang berlaku di Jazirah Arab… Seorang pemuda yang dikeluarkan dari kuburnya setelah beberapa jam dia dikuburkan… Akibat mengalami azab kubur, pemuda tersebut telah berubah wajah dan jasadnya… Pemuda tersebut merupakan remaja muslim yang meninggal pada usia 18 tahun… seorang pemuda yang rosak akhlak dan agamanya… dan sering melalaikan solat… hampir tiga (3) jam pemuda tersebut dikuburkan, pihak keluarga meminta kubur tersebut digali semula untuk keperluan tertentu…Dan apa yang terjadi selepas mayat tersebut dikeluarkan… pandangan yang sangat mengaibkan… Rambut yang hitam menjadi putih… Dari mulut dan hidung keluar darah yang masih merah pekat… seperti baru mengalami siksaan kubur yang sangat keras… seperti ada yang memukul dibahagian belakang kepalanya… dengan wajah seperti dilemas dan membeku…Bagi seorang muslim… ini adalah pengajaran yang sangat-sangat berharga agar segera memperbaiki hidupnya… dengan bertaubat dari dosa-dosa yang telah dilakukan…Sementara itu… sebagai pengajaran dan iktibar untuk kita…Suara jeritan jutaan manusia di alam bumi yang lain… di sebuah lubang galian yang berada di daerah Siberia… Dr. Azzacove bersama kumpulannya telah melakukan sebuah kajian tentang pergerakan perut bumi di daerah Siberia, Rusia… kemudian mereka memasang alat pembesar suara supersensitive untuk mendengar suara pergerakan perut bumi… sebuah penemuan yang sangat mengejutkan, ketika mesin penggali sampai pada salah satu perut/kulit bumi… dari ruang/alam bumi yang lain, terdengar suara manusia berteriakan sangat keras dalam kesakitan… bahkan suara jeritan itu jumlahnya bukan seorang tetapi ribuan bahkan jutaan orang… sebagai seorang muslim kita tidak akan ragu lagi bahawa suara tersebut adalah suara manusia yang sedang disiksa di ALAM KUBUR…

Sebab-Sebab Siksa Kubur…Ibnu Qoyyim Rahimahullah, dalam kitab Ar-Ruh menyebutkan ada beberapa dosa dan maksiat yangdapat menyebabkan kita disiksa di ALAM KUBUR, diantaranya

:1. Melalaikan Solat
2. Membaca al-Quran kemudian melupakannya
3. Tidak bersuci setelah membuang hadas kecil
4. Berkata bohong
5. Tidak membayar zakat
6. Corak kehidupan yang berlebih-lebihan
7. Memakan riba
8. Rasuah
9. Memfitnah sesama saudara muslim
10. Khianat terhadap amanah
11. Enggan menolong sesama muslim
12. Meminum arak
13. Berzina
14. Membunuh

“Wahai anak Adam… Sesungguhnya apa yang kau minta dari-Ku… dan yang kau harapkan dari-Ku… Ampunan-Ku bagimu yang meminta dan tidak bagi yang enggan…”“Wahai anak Adam… Meskipun dosamu sepenuh petala langit… kemudian engkau meminta ampunpada-Ku… Ampunan-Ku bagimu dan tidak bagi yang enggan…”“Wahai anak Adam… Seandainya kau datang pada–Ku dengan kesalahan seluas bumi… kemudian engkau datang kepada-Ku… dan tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu pun… Sungguh Aku akan berikan kepadamu ampunan…”Ya Allah… terimalah taubatku… Ya Allah… terimalah taubatku… Ya Allah… terimalah taubatku…Alangkah bahagianya…

seandainya maut menjemput kita sedang berurai air mata merasakan manisnya iman dalam sujud penghambaan… rindu akan perjumpaan dengan-Nya…Alangkah indahnya air mata yang selalu berlinangdari munajat seorang anak soleh kepada Allah… Merindukan kemuliaan dan keselamatan bagi kedua orang tuanya… taburan doanya menjadi cahaya yang menerangi dari gelapnya ALAM KUBUR…Doa-doanya menghantar kepulangan orang tuanyapada Allah dalam Husnul Khatimah… rintihan dan munajatnya menjadi benteng yang kukuh sebagai penghalang dari azab dan siksa kubur… Doa yang tiada terputus mengalir dari ketulusan dan keheningan hati agar orang tuanya dalam kasih sayang Allah…Rujukan :

1. Kitab Ar-Ruh : Ibnul Qoyyim,
2. Kitab Al-Janaiz : Imam Bukhori,
3. Kitab Awwalu Lailatin Fil Qobr : Dr. Aidh Al-Qorni,
4. The Spectacle Of Death : Khwaja Muhammad Islam,
5. Grave Punishment : Al-Sunna.