Selasa, 20 September 2016

Kisah manusia yang masuk surga karena waqaf

Wakaf Quran
menerbitkan sebuah catatan.
     Kisah Pendosa yang Tak Sengaja masuk SurgaAl Kisah diceritakan ada seorang laki-laki yang hidupnya kacau balau. Ia lebih banyak melakukan dosa ketimbang berbuat amal ibadah ketika hidupnya, dan ketika di hari pembalasan, dia sudah sangat ketakutan karena secara akal dia tidak mungkin masuk surga. Dilihatnya bara api neraka yang cukup mengerikan padahal dia dan api neraka berjarak lebih dari 500 tahun perjalanan. Seraya mohon ampun pada Allah orang ini menyesali semua dosa-dosanya.“Aduh sungguh celaka aku ini, mengapa hidupku aku sia-siakan dengan berlalu begitu saja tanpa ada amal ibadah yang bisa membuatku selamat dari api neraka”, demikianlah dia meratapi nasibnya di akhirat. Dan ditengah-tengah ketakutan yang hebat dia mendengar malaikat memanggil namanya seraya menghardik untuk diadili sebagaimana yang lain diadili satu persatu.“Wahai Fulan segera kemari, sekarang waktumu untuk dimintai pertanggungjawaban oleh Allah azawajalah”, panggil Malaikat. Maka datanglah si lelaki tadi dengan sempoyongan karena ketakutan akan pengadilan Allah. Dan setelah sampai dihadapan Allah, maka lemas dan lunglailah lelaki itu dihadapan Zat yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Semua anggota badan tak dapat digerakan,dan mulutpun terkunci.“Wahai hambaKu, lihatlah sekarang timbangan amalmu,” demikianlah Allah berfirman terhadap lelaki itu. Maka dengan berat ia menengadakan kepala untuk melihat betapa timbangan amal sebelah kiri sedikit-demikit bergerak turun, pertanda amal buruknya semakin berat. Maka dengan tidak sabar malaikat Zabaniya (nama lain dari malaikat Malik penjaga Neraka) ingin segera merengut jasad lelaki ini untuk dicampakan ke dalam neraka. Lelaki itupun berusaha memejamkanmata tanda tak sanggup melihat hasil keputusan yang hampir final yang akan memasukanya ke dalam neraka. Lelaki inipun menangis sejadi-jadinya agar Allah mau mengampuninya dan menyelamatkan dari dalam neraka.Maka Allah berfirman pada malaikat pencatat amal, ”coba kalian cari barangkali ada sholat-sholat sunah yang dia kerjakan agar ada alasan bagiKu mengampuni hambaKu ini.” Maka menjawablah malaikat pencatat amal,”Jangankan sholat yang sunnah wahai Rab yang agung, sholat yang wajib saja dia jarang lakukan”.“Coba kalian cari lagi amal-amal sunnah yang lainya, barangkali masih ada yang bisa aku jadikan alasan untuk mengampuni hambaKu ini,”demikian Allah kembali berfirman pada malaikat pencatat amal.“Ampun wahai Rab yang Agung, sudah kami cari tapi dia juga tidak memilikinya.” demikian malaikat menjawab.Maka semakin garanglah malaikat Zabaniyah melangkah mendekati lelaki itu, dan jerit ketakutannya pun semakin menjadi melengking bak anjing melolong meminta belas kasihan. Dan dalam keadaan sangat genting ketika hanya berapainci saja tangan Zabaniyah sudah dapat menjamahtubuh lelaki itu, tiba-tiba saja malaikat pencatat amal berteriak,”tungguuu!!!.”Dengan terkejut menahan geram Zabaniyah menoleh ke malaikat pencatat amal sambil berkata,”Apalagi ini? Bukankah sudah jelas kemana si fulan ini harus menuju? Dia milikiku? Dia harus dicincang karena sangat durhakanya pada Allah!!!”Dengan gagah perkasa dan lemah lembut Allah berfirman,” Zabaniyah tunggu! dengarkan malaikat pencatat amal bicara.”Maka bicaralah malaikat pencatat amal, ”tunggu wahai Zabaniyah lihatlah ke mizan sekali lagi dan perhatikan baik-baik !”Maka ketika itu secara perlahan-lahan tapi pasti timbangan kini sebelah kanan semakin berat dan semakin turun tanda bahwa amal kebaikannya semakin banyak. Malaikat Zabaniyahpun heran,”Mengapa bisa begini? Amal apa yang dia lakukan?”Malaikat pencatat amalpun heran mengapa ini bisaterjadi padahal tidak banyak amal kebaikan yang ia lakukan yang bisa melebihi amal buruknya. “Wahai Fulan amal apa yang bisa memakan dosa-dosamu sehingga habislah dosa-dosamu?” demikian malaikat pencatat amal bertanya pada lelaki itu.Dengan gemetar setelah pulih dari ketakutan yang amat sangat lelaki inipun menjawab,”Aku sendiri tidak tahu”.Maka bertanyalah para malaikat pada Allah Tuhanyang Maha Mengetahui, “Wahai Rab Yang Maha Tahu terangkanlah kepada kami mengapa si Fulan ini bisa selamat dari api neraka dengan pahala yang dia sendiri tidak tahu?”.Dengan terseyum Allah menjawab,”Demikianlah keadaanya dikarenakan adanya wakaf anaknya yang shaleh yang diatasnamakan dia”.Allahu Akbar Allahur Rakhman. Demikianlah rahasia wakaf yang begitu dasyat yang ditunaikan si anak untuk orangtuanya tanpa diketahui orangtuanya karena dia sudah meninggal terlebih dahulu. Wakaf yang hanya senilai seratus ribu yang ditunaikan anaknya itu ternyata mendatangkan barokah bagi banyak manusia.Yang semula orangtua si anak tadi hampir-hampir saja masuk neraka menjadi santapan Zabaniyah ternyata dapat terselamatkan oleh wakaf yang pahalanya tida terputus hingga hari kiamat sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Ketika meninggal dunia anak adam,maka terputuslah semua amalanya kecuali tiga hal” 1. Shodaqoh Jariyah, 2. Ilmu yang manfaat, dan 3. Doa anak sholeh yang mendoakan.”Dalam banyak tafsir shodaqoh jariyah dalam hadits ini maknanya adalah wakaf. Maka pantaslah apabila para shohabat Nabi berlomba-lomba dalam berwakaf, karena mereka sangat memahami manfaat wakaf bagi diri mereka sendiri. Bagaimana dengan anda? Sudahkah wakafmenjadi bagian dari hidup anda? Wallahu A’lam bish showab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar