Senin, 03 Oktober 2016

Kisah ali bin abi thalib

Ali bin Abi Thalib
(Bahasa Arab:علي بن أبي طالب)
(lahir pada 23 tahun sebelumHijriah– tahun 40H) adalah imam pertama seluruh mazhabSyiahdan khalifah keempat dari empat
Khulafa al-Rasyidindi kalanganAhlusunnah.
Sesuai dengan tuturan para sejarawanSyiahdan kebanyakan ulama Ahlusunnah, ia terlahir di dalamKabah. Ia adalah orang yang pertama beriman kepada Rasulullah Saw.Dalam pandangan Syiah, ia adalah seorang khalifah segera Rasulullah Saw berdasarkan firman Allah Swt dan penegasan Rasulullah Saw.
[1]Terdapat banyak ayat al-Quran yang berbicara tentangkemaksumannyadan kesuciannya dari segala jenis kekotoran dan kenistaan.[2]Di samping itu, terdapat kurang-lebih 300 ayat yang diturunkan berkenaan dengan keutamaannya.[3]Ia adalah suamiFatimah Sadan ayah dari sebelasImam Syiah. Tatkala sukuQuraisyhendak membunuhNabi Muhammad Saw, ia rela tidur dipembaringan Rasulullah Saw untuk mengelabui pihak musuh sehingga dengan demikian Rasulullah Saw dapat secara diam-diam melakukan hijrah.[4]Rasulullah Saw mengikatAkad Persaudaraan(Akad Ukhuwwa) dengannya.[5]Ia ikut serta pada seluruh perang Nabi Muhammad Saw kecualiperang Tabukitu pun atas perintah Rasulullah Saw untuk tinggal diMadinah. Oleh itu, Imam Ali As adalah panglimaIslamyang paling banyak menggondol keutamaan dan kehormatan.Berbeda dengan nash Rasulullah Saw paska wafatnya, sekelompok orang diSaqifahmembaiatAbu Bakarsebagai khalifah yang membuat Imam Ali As harus berdiam diri selama 25 tahun. Setelah pembunuhanUtsman bin Affan, atas desakan kaum Muslimin, ia mengambil alih tampuk pemerintahan.[6]Ia dalam masa singkat pemerintahannya, menghadapi tiga perang saudara yang berat dan pada akhirnya di mihrabmasjid Kufah, selagi ia menunaikan salat, gugur sebagai syahid mihrab di tangan salah seorangKhawarijdan dikuburkan secara diam-diam diNajaf.[7]Kebanyakan silsilah disiplin ilmu kaum Muslimin di antaranya Sastra Arab,Teologi,Fikih,Tafsirberujung padanya dan beragam firkah menyampaikan mata rantai sanadnya kepadaImam Ali As. KitabNahj al-Balāghahmerupakan kitab yang memuat tulisan-tulisan dan tuturan-tuturannya.Nasab, Julukan dan GelarAli bin Abi Thalib bin Abdul Muthhalib bin Hasyim bin Abdumanaf bin Qusai bin Kilab,Hasyimi Qarasyiadalah Imam Pertama seluruhSyiahdan Khalifah Keempat dari para khalifah bagi Ahlusunnah.Ayah Imam Ali As,Abu Thalibadalah seorang yang sangat dermawan dan menjunjung tinggi keadilan. Ia mendapakan penghormatan dari seluruh suku Arab. Ia adalah paman dan pelindung Rasulullah Saw serta merupakan salah seorang pembesarQuraisy.[8]Setelah puluhan tahun melindungi dan mendukung dakwah Rasulullah Saw Abu Thalib wafat dengan iman pada tahun kesepuluh bi'tsat.[9]Ibunya bernamaFatimah binti Asadbin Hasyim bin Abdumanaf.[10]Saudara-saudaranya adalah antara lain, Thalib, Aqil, Ja'far. Saudari-saudarinya di antaranya,Hindunatau Ummu Hani,Jamanah, Ritha atau Ummu Thalib danAsma.[11]Julukannya:Abu al-Hasan, Abu al-Husain, Abu al-Sibthain, Abu al-Raihanatain, Abu TurabdanAbu al-Aimmah.Gelar:Amir al-Mukminin, Ya'sub al-Din wa al-Muslimin, Mubir al-Syirk wa al-Musyrikin, Qatil al-Nakitsin wa al-Qasithin wa al-Mariqin, Maula al-Mu'minin, Syabih Harun, Haidar, Murtadha, Nafs al-Rasul, Akhu al-Rasul,Zauj al-Batul, Saifullah al-Maslul, Amir al-Barārah, Qātil al-Fajārah, Qasim al-Jannah wa al-Nar, Shahib al-Liwā, Sayid al-‘Arab, Kassyāf al-Kurub, al-Shiddiq al-Akbār, Dzu al-Qarnain, Hādi, Fāruq, Dāi', Syahid, Bāb al-Madinah, Wali, Washi, Qādhi Din Rasulullah, Munjiz Wa'dah, al-Nabā al-‘Azhim, al-Shirat al-Mustaqim,danal-Anza' al-Bathin.[12]PutraKa'bah, karya Mahmud FarsyciyanHari Lahir dan WafatImam Ali As lahir pada hariJumat13Rajabpada tahun 30 tahun Gajah diMekahdi dalamKa'bah.[13]Riwayat tentang kelahirannya di dalam Ka'bah adalah riwayat yang mutawatir[14]dalam pandangan ulama Syiah seperti Sayid Radhi, Syaikh Mufid, Quthb Rawandi, Ibnu Syahr Asyubdan banyak ulama Sunni semisal Hakim Naisyaburi, Hafiz Ganji Syafi'i, Ibnu Jauzi Hanafi, Ibnu Shabbagh Maliki, Halabi, Mas'udi. Iaterluka akibat tebasan pedang di kepalanya pada subuh hari tanggal 19 Ramadhan tahun 40 Hijriah yang dilakukan oleh salah seorang Khawarij di Masjid Kufah dan pada tanggal 21 Ramadhan gugur sebagai syahid kemudian dikebumikan secara diam-diam.[15]Masa Kanak-kanakKetika Imam Ali As berusia 6 tahun, di Mekah terjadi kekeringan. Abu Thalib, seorang lelaki paruh baya mengalami kesulitan ekonomi ketika harus menafkahi keluarga dengan jumlah anggotakeluarga yang banyak. Oleh itu, Nabi Muhammad Saw, Hamzah dan dan Abbas, kedua paman Nabi Saw memutuskan untuk menolong Abu Thalib dalam menghadapi masalah ini. Karenanya,AbbasmembawaJa'fardanHamzahmembawa Thalib ke rumahnya. Adapun Nabi Muhammad membawa Ali As ke rumahnya.[16]Begini Imam Ali As mengenang masa itu, "Ketika aku masih kecil, (Nabi Muhammad Saw) meletakkanku di sampingnya dan mendekapku ke dadanya dan ia menidurkanku di pembaringannya, menempelkanku ke badannya. Kadang-kadang Nabi Muhammad Saw mengunyah makanan kemudian kunyahan itu diberikan kepadaku. Beliau tidak pernah mendengar bicara dusta dariku dan juga tidak pernah melihat kesalahan pada tingkah lakuku.[17]Ciri-ciri FisikAli As adalah seorang dengan perawakan sedang, antara pendek dan berisi. Matanya hitam dan lebar. Pandangan matanya memancarkan kasih sayang yang tiada tara. Alis matanya tebal dan menyatu. Wajahnya tampan dan merupakan pantulan kebaikan terelok dari masyarakat. Aura wajahnya menampakkan keceriaan dan kebahagiaan. Jarang rambut tumbuh di bagian depan wajahnya (yang menunjukkan kejeniusan dan keutamaan bagi orang-orang Arab). Lehernya memancarkan cahaya berwarna putih bagai sebuah guci perak. Jenggotnya tebal dan di atasnya indah. Bahunya lebar seperti bahu singa yang ganas. Jari-jemarinya ramping, tangannya kokoh. Begitu kokohnya sehingga apabila ia memegang tangan seseorang, ia akan menang dan lawan yang dihadapinya akan kehilangan nafasnya. Perutnya besar dan punggungnya kuat. Dadanya bidang dan berbulu. Tulang-tulang sendinya yang bertautan antara yang satu dengan yang lainnya berukuran besar. Otot-ototnya berliku dan betisnya panjang dan kecil. Otot lengan dan kakinya seimbang dan ketika berjalan agak condong ke depan.[18]Kekuatan FisikIbnu Qutaibah mencatat, "Ia tidak melawan siapa pun kecuali lawannya akan tersungkur ke bumi."[19]Ibn al-Hadid berkata, "Kemampuan fisik Imam Ali As telah menjadi perlambang ksatria. Ia-lah yang menaklukkan benteng Khaibar, sementara sekelompok orang lain ingin mengembalikannya (atau mengangkatnya), namungagal. Ia juga yang menurunkan berhala hubal, berhala yang berukuran raksasa dari atas Ka'bah dan melemparkannya ke bumi. Ia yang memindahkan batu raksasa dari tempat duduknya dengan tangannya pada hari kekhlalifahannya kemudian dari bawah batu itu mengalir air yang mendidih, sementara semua pasukan yang ada tidak mampu untuk melakukan hal itu.[20]Istri-istri dan Anak-anakIstri pertama Imam Ali As adalahSayidah Fatimah SabintiMuhammad Saw.[21]Sebelum Ali As, sejumlah orang-orang seperti: Abu Bakar, Umar bin Khatab, Abdur Rahman bin Auf telah datang meminang putri Nabi itu. Ketika ituNabi Muhammad Sawbersabda, "Aku menunggu wahyu Ilahi terkait dengan pernikahanZahra."[22]Para sejarawan berbeda pendapat tentang tanggal pernikahan Imam Ali danSayidah Fatimah Zahra: Sebagian berpendapat mereka menikah pada awalDzul Hijjahtahun ke-2 Hijriah,[23]sebagian yang lainnya pada bulanSyawaldan kelompok yang lainnya mengatakan pada 21 Muharam.[24]Buah pernikahan Imam Ali As danSayidah Zahra Sadikaruniai lima putra yang nama-namanya adalahHasan,Husain,Muhsin,[25]Zainab KubradanUmmu Kultsum Kubra.Setelah wafatnyaSayidah Zahra, Imam Ali menikah dengan Umamah binti Abi Al-Ash bin Rabi' bin Abdul Azi bin Abd Syams. Ibu Umamah adalah Zainab, putriNabi Muhammad Saw.Ummu Baninbinti Hizam bin Daram Kalabiyah adalah wanita lain yang dinikahi oleh Imam Ali As. Buah pernikahan ini adalahHadrat Abbas, Usman, Ja'far dan Abdullah yang semuanya gugursyahid diKarbala. Setelah menikah dengan Ummu Banin, Imam Ali menikah dengan Laila binti Mas'ud bin Khalid Nahsyaliyah Tamimah Darmiyah. Kemudian menikah dengan Asma bintiUmais Khat'mi di mana Yahya dan Aun adalah buah pernikahan itu. Salah satu istrinya yang lain adalah Ummu Habib binti Rabi'ah Taghlabiyah yang terkenal dengan Syabhba. Istri Imam Ali As yang lain adalah Haulah binti Ja'far bin Qais bin Maslamah Hanafiyah atau menurut pendapat yang lain Haulah Ayas. Imam Ali As juga menikah dengan Ummu Sa'id binti Urwah bin Mas'ud Tsaqafi dan juga Muhayyah binti Amri al-Qais bin ‘Adi Kalbi.[26]Secara umum,Syaikh Mufidmenyebutkan bahwa putra dan putri Imam Ali As berjumlah 27 orang dan sebagian dari pengikut Syiah, satu orang lagi jugamerupakan putra Imam Ali As dan ia adalah Sayid Muhsin, putraSayidah Zahra Sadi manaNabi Muhammadmemberi namanya dengan Muhsin dan ia meninggal ketika masih berada di dalam kandungan, setelahNabi Muhammad Sawwafat. Dengan perhitungan ini, maka jumlah putra Imam Ali As adalah 28 orang:*.Hasan*.Husain*.Zainab Kubra*.Zainab Sughra yang memiliki kunyah Ummu Kultsum*.Muhsin. (Ibu dari lima orang ini adalah Zahra SA)*.Muhammad yang memiliki julukan Abul Qasim.Ibunya adalah Haulah binti Ja'far Qais binti Hanafiyah*.Umar*.Ruqayah (Ibu dua saudara kembar ini Ummu Habib binti Rabi'ah)*.Abbas*.Ja'far*.Utsman*.Abdullah (Keempat orang ini semuanya syahid di Karbala. Ibu dari empat orang ini adalah Ummu Banin binti Hazm bin Khalid bin Daram)*.Muhammad Asghar yang memiliki julukan Abu Bakar*.Abdullah (Kedua orang ini syahid di Karbala. Ibu dari dua orang ini adalah Laila binti Mas'udDarmiyah)*.Yahya (Ibunya adalah Asma binti Umais Khutsaimah)*.Ummu Hasan*.Ramlah (Ibu ke dua orang ini adalah Ummu Sa'id binti Urwah bin Mas'ud Tsaqafi)*.Nafisah*.Zainab Sughra*.Ruqayah Sughra*.Ummu Hani*.Ummul Kiram*.Jamanah yang mempunyai julukan Ja'far*.Amamah*.Ummu Salamah*.Maimunah*.Khadijah*.Fatimah (Syaikh Mufid tidak menerangkan nama ibu dari kelima orang ini dan hanya menuliskan bahwa ibu dari kelima orang ini adalah beberapa ibu yang berbeda-beda).[27]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar